Sabtu, 30 Oktober 2010

Perwasitan dalam pertandingan sepak bola


1) 
2)      Perwasitan permainan sepak bola
a). Syarat-syarat menjadi wasit
Untuk menjadi wasit harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
(1)   Berbadan sehat menurut keterangan dokter (tidak berkaca mata, tidak buta warna dan penglihatan baik).
(2)   Umur antara 24 sampai 40 tahun.
(3)   Berijasah SMA atau yang sederajat.

(4)   Memahami dan melaksanakan janji wasit yang berbunyi :
Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban saya sebagai wasit dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh dasar dan tujuan PSSI dan menjalankan semua peraturan PSSI/KOMDA dengan sebaik-baiknya, demi keluhuran Korp Wasit pada khususnya dan keolahragaan pada umumnya.
b). Pakaian dan perlengkapan wasit
(1). Baju lengan pendek atau panjang, celana pendek, kaos kaki, sepatu sepak bola yang semuanya berwarna hitam, kecuali warna hitam tersebut dapat menyebabkan kurang lancarnya pertandingan, misalnya karena pakaian kesebelasan yang bertanding hampir menyerupai baju wasit. Di dada sebelah kiri dipasang badge menurut haknya dan menurut ketentuan.
(2). Peluit diikat dipergelangan tangan.
(3). Notes (buku kecil) dan pensil atau alat tulis yang lain.
(4). Jam wasit, stopwatch atau jam tangan.
(5). Uang logam untuk undian.
(6). Cadangan peluit dan pensil atau alat tulis yang lain.
(7). Kartu merah dan kartu kuning.

c). Kerjasama antara wasit, hakim garis dan wasit cadangan
Dalam memimpin suatu pertandingan, wasit dibantu oleh dua orang hakim garis. Tugas dan kewenangan yang diberikan kepadanya dimulai setelah memasuki lapangan permainan. Wasit dan hakim garis dalam bertugas harus saling mengisi kekurangan, saling membantu dan bekerja sama yang baik. Berhasil dan tidaknya seorang wasit di dalam memimpin pertandingan juga akan ditentukan oleh kemampuan kedua pembantu wasit tersebut. Wewenang dana tugas wasit dan hakim garis pada hakekatnya harus dimengerti sebagai kerjasama.
(1)   Tugas seorang wasit
a.       Menegakkan dan menjalankan peraturan.
b.      Tidak menjatuhkan hukuman pada saat-saat wasit itu yakin bahwa dengan jalan menghukum akan memberi keuntungan kepada regu yang melanggar.
c.       Membuat catatan jalannya permainan.
d.      Memberikan tendangan bebas langsung atau tidak langsung.
e.       Memberikan tendangan hukuman (pinalti kick).
f.       Memberikan teguran (peringatan teguran/peringatan ringan), peringatan (kartu kuning) dan atau mengeluarkan pemain (kartu merah).
g.      Menghentikan permainan untuk sementara atau seterusnya.
h.      Menentukan apakah bola yang akan digunakan untuk pertandingan memenuhi syarat.
(2). Tugas hakim garis
a. Membantu tugas wasit dengan berpegang teguh kepada peraturan-peraturan yang sudah ditentukan.
b. Memberi isyarat kepada wasit dalam hal-hal sebagai berikut :
i. Bila bola di luar permainan, harus dilakukan tendangan sudut atau tendangan gawang, serta bila terjadi bola keluar melalui garis samping harus menentukan regu mana yang berhak untuk melakukan lemparan ke dalam.
ii. Apakah pemain dalam posisi off-side.
iii. Tugas wasiat cadangan
♦ Menggantikan wasti atau hakim garis (bilamana ada yang berhalangan).
♦ Mengurusi pergantian pemain.
♦ Memberi isyarat kepada wasit bila pertandingan telah selesai.
♦ Melarang official regu masuk ke dalam lapangan.
♦ Menerima isyarat dari wasit tentang nilai penghentian pertandingan.
♦ Memberikan pendapatnya bila diminta oleh wasit utama.